Asesor Soroti Penguatan Tata Kelola dan Budaya Akademik STIU Wadi Mubarak dalam Asesmen Lapangan AIPT

Bogor, 7 Desember 2025 — Pelaksanaan Asesmen Lapangan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) di Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Wadi Mubarak Bogor menjadi ruang dialog konstruktif antara institusi dan asesor dalam rangka penguatan mutu dan tata kelola perguruan tinggi Islam.

Kegiatan asesmen yang berlangsung pada Jumat, 5 Desember sampai dengan Ahad, 7 Desember 2025 tersebut menghadirkan dua asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yakni Prof. Dr. Ahmad Musyafiq, M.Ag. dan Prof. Dr. Abad Badruzzaman, Lc., M.Ag. Keduanya melakukan verifikasi lapangan terhadap berbagai aspek kelembagaan STIU Wadi Mubarak, mulai dari tata kelola, sistem penjaminan mutu internal, hingga implementasi tridharma perguruan tinggi.

Dalam sesi klarifikasi dan diskusi bersama pimpinan serta sivitas akademika, asesor menekankan pentingnya konsistensi antara dokumen perencanaan, pelaksanaan program, dan budaya akademik yang tumbuh di lingkungan kampus. Asesmen lapangan, menurut asesor, tidak hanya menilai kelengkapan administrasi, tetapi juga mencermati arah pengembangan institusi dan keberlanjutan mutu.

“Akreditasi institusi sejatinya melihat bagaimana visi, sistem, dan praktik akademik berjalan secara selaras dan berkesinambungan. Dari proses yang kami amati, STIU Wadi Mubarak memiliki kekhasan akademik yang perlu terus diperkuat melalui tata kelola yang sistematis,” ujar Prof. Dr. Ahmad Musyafiq, M.Ag. dalam salah satu sesi asesmen.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Abad Badruzzaman, Lc., M.Ag. menyoroti pentingnya penguatan sistem penjaminan mutu internal sebagai instrumen pengendali kualitas institusi. Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian saat asesmen, tetapi dari kemampuan menjaga mutu secara berkelanjutan.

“Penjaminan mutu harus menjadi budaya, bukan sekadar kebutuhan saat akreditasi. Jika sistem berjalan konsisten, maka peningkatan kualitas institusi akan mengikuti secara alami,” ungkapnya.

Prof. Abad Badruzzaman, Lc., M.Ag. menyampaikan pesan pada Jajaran Pimpinan dan Dosen STIU Wadi Mubarak Bogor

Pimpinan STIU Wadi Mubarak menyambut asesmen lapangan ini sebagai momentum strategis untuk melakukan evaluasi dan refleksi kelembagaan. Ketua STIU Wadi Mubarak menyampaikan bahwa berbagai masukan dan catatan dari asesor menjadi referensi penting dalam penyusunan langkah pengembangan institusi ke depan.

“Asesmen lapangan ini memberikan perspektif objektif bagi kami untuk melihat kekuatan sekaligus area yang perlu ditingkatkan. Masukan dari para asesor akan kami jadikan pijakan dalam memperkuat tata kelola dan kualitas akademik STIU Wadi Mubarak secara berkelanjutan,” ujarnya.

Rangkaian asesmen lapangan meliputi peninjauan dokumen institusi, wawancara dengan pimpinan, dosen, serta tim penjaminan mutu, dan observasi terhadap sarana prasarana pendukung pembelajaran. Seluruh proses berlangsung dalam suasana dialogis, terbuka, dan profesional.

Melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan AIPT ini, STIU Wadi Mubarak Bogor menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan diri sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, akuntabel, dan relevan dengan kebutuhan umat dan bangsa, khususnya dalam pengembangan keilmuan Al-Qur’an dan Ushuluddin.